Pelestarian Budaya Sebagai Bingkai Pembangunan

PASARWAJO, Suryakepton.com – Keragaman budaya yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat sejak dahulu harus terus diangkat menjadi kekuatan bangsa dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Demikian dikatakan Bupati Buton, Drs La Bakry Msi.

Olehnya itu, dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Buton, kebijakan dilakasanakan tidak semata-mata memperhatikan pembangunan yang berorentasi pada fisik dan ekonomi semata. Akan tetapi, di bidang kebudayaan terus mendapat perhatian yang tinggi.

Kekayaan budaya dan kearifan lokal terus dikelola sebagai kekuatan pembangunan dengan menggali, melestarikan dan mempromosikan budaya-budaya lokal yang dimiliki baik dalam kenteks regional, nasional maupun internasional.

“Festival Budaya Tua Buton yang dilakasanakan dari tahun ke tahun merupakan wujud konsistensi pemerintah daerah dalam melestarikan budaya di jazirah Buton,” tegas La Bakry.

Tidak kalah penting perbaikan terhadap kinerja organisasi pemerintah daerah. Pihaknya dengan sungguh-sungguh menerapkan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih sebagai wujud pelaksaan reformasi birokrasi.

“Tata kelola pemerintahan yang dibangun adalah bagaimana menyelenggarakan pemerintahan sesuai dengan prinsip good governance yaitu akuntabilitas, transparansi, dan partisipasi dalam berbagai aktivitas pemerintahan daerah,” jelas La Bakry.

Dampak positif dari ini, Pemkab Buton mendapat piagam penghargaan atas akuntabilitas kinerja pemerintah daerah yang diserahkan langsung oleh Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi. Selain itu, juga mendapat pengharagaan sebagai daerah peduli HAM dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia.

“Prestasi yang telah kita ukir secara bersama-sama ini tidaklah harus membuat kita berpuas diri. Dihadapan kita semua masih banyak terbentang tantangan yang masih harus mendapat perhatian serius bagi kita semua yang ada di daerah ini,” ucap La Bakry.

“Ucapan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada unsur penyelenggara pemerintah daerah mulai dari kepala dusun, kepala desa, lurah, camat, kepala badan, kepala dinas, staf ahli, para asiten, serta sekda dan seluruh stake holder yang tidak dapat disebutkan satu per satu. Terima kasih atas kerja keras dan pengabdian saudara-saudara. Semoga kita selalu dalam bimbingan-Nya dan diberi kekuatan untuk melanjutkan perjuangan mengisi pembangunan di daerah yang kita cintai ini,” tutupnya. (adm)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.