Aspal Buton Tetap Jadi Primadona

PASARWAJO, Suryakepton.com – Sebagai penghasil aspal terbesar di dunia dengan kualitas terbaik, pemanfaatan aspal buton tentunya akan menjadi sumber PAD yang sangat besar. Olehnya itu, Pemda Buton dibawah kepemimpinan La Bakry dan Iis Elianti terus mengupayakan berbagai strategi dalam rangka pemanfaatan potensi aspal buton.

Gubernur Sultra, Ali Mazi saat rapat bersama dengan Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan membahas rencana Nasionalisasi Aspal Buton

“Kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Tehnologi (BPPT) serta Koordinasi Kemaritiman untuk mewujudkan lahirnya kebijakan yang mendukung menfaatan aspal buton secara nasional dengan dukungan teknologi yang tepat. Langkah ini langkah ini kita lakukan agar aspal dapat menjadi lokomotif pembangunan Kabupaten Buton,” papar La Bakry.

Dalam rangka pemanfaatan potensi Sumber Daya Alam (SDA), pembangunan juga diarahkan pada sektor pertanian dan perikanan. Dalam meningkatkan produksi dan produktivitas komoditas pertanian, telah dibangun jalan usaha tani sepanjang 15.097 meter.

Begitu pula dengan pembangunan embung sepanjang 6 unit, serta DAM Parit dan irigasi air tanah sebanyak 7 unit. Semua ini dimaksud untuk meningkatan produksi pada sektor tersebut guna mendukung produk domestic regional bruto Kabupaten Buton.

Pada sektor kelautan, Pemkab juga mendorong pemenfaatan potensi perikanan hayati melalui upaya pengelolaan secara terpadu. Berbagai upaya telah dilakukan diantaranya koordinasi dengan kementerian terkait dan Badan Riset Kelautan dan Perikanan. Pemerintah pun mendorong lahirnya sumber daya perikanan yang tangguh.

Dukungan pada sektor perikanan dan kelautan ini berdampak pada peningkatan produksi perikanan tangkap setiap tahunnya. Dimana pada tahun 2016 sebesar 24.516 ton, meningkat menjadi 25.587 ton di tahun 2017, dan tahun 2018 menjadi 26.155 ton. Perkembangan ini merupakan indikator bahwa manakala sektor ini dikelolah dengan, dipastikan dapat meningkatkan pendapatan daerah.

Disamping itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan konektivitas antar wilayah guna meningkatkan arus barang dan jasa dari sektor produksi ke pasar, kebijakan yang dilakukan adalah memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur. Baik berupa jalan,  irigasi, jembatan, tenaga listrik, maupun fasilitas telekomunikasi.

Pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah kata La bakry, akan mengurangi kentimpangan wilayah. Tentunya membutuhkan dukungan anggaran besar. Kondisi ini dimanfaatkan seoptimal mungkin agar hasil yang didapat bisa maksimal.

Dukungan pembiayaan dana desa (DD) terhadap pembangunan infrastruktur juga memberi dampak dengan makin baiknya infrastruktur di daerah. Ini ditandai kondisi jalan yang baik sebesar 34,77 persen dari total panjang jalan 482 km. Presentase ini akan semakin meningkat, mengingat APBD 2019 telah diporsikan pembangunan jalan.

Penanganan infrastruktur dasar air bersih, saluran irigasi juga sudah semakin baik. Ini dapat dilihat dari saluran irigasi dalam kondisi baik sebesar 96.688,40 meter atau sebesar 71,74 persen dari total panjang saluran irigasi 134.771,20 meter.

Jembatan yang berjumlah 76 buah saat ini penanganannya sudah sangat baik. Dari total panjang jembatan 612,57 meter, 606,90 meter atau sebesar 99,07 persen dalam kondisi baik. (Adm)

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.